Recent Blog post

Memasuki akhir tahun pelajaran, PAUD Istiqomah Sambas melaksanakan kegiatan penunjang tema yang terakhir yaitu Radio. Sekilas informasi seputar radio yang sampai saat ini masih eksis mengudara dan masih memiliki tempat dihati para penggemarnya. 

Era internet membawa dampak buruk bagi media-media konvensional.
Kehadiran media online (situs berita) dan media sosial menyebabkan media-media cetak kehilangan pembaca.
Memasuki akhir tahun pelajaran, PAUD Istiqomah Sambas melaksanakan kegiatan penunjang tema yang terakhir yaitu Radio. Sekilas informasi seputar radio yang sampai saat ini masih eksis mengudara dan masih memiliki tempat dihati para penggemarnya. 
Radio termasuk yang terdampak perkembangan media online. Jumlah pendengar menurun.
Namun, radio tetap bertahan. Salah satu kekuatan radio adalah untuk mendengarkan radio pendengar tidak memerlukan energi khusus.
Radio bisa didengarkan di mana saja, kapan saja, bahkan melalui gadget.
Pendengar radio tidak perlu dengan membaca atau menulis. Cukup dengan mendengarkan. Itu pun tak perlu sambil duduk di depan radio.  Mendengarkan radio bisa dilakukan sambil mencuci piring, menyapu, menyeterika, mengemudi mobil, atau sambil mengetik dan ngeblog.
Data lembaga survey A.C.Nielsen menyebutkan, radio masih jaya di udara. Pengenar radio masih banyak.
Alasan terbesar orang mendengarkan radio sampai sekarang adalah karena radio dapat menjadi teman dan sahabat di mana pun dan kapan pun diperlukan.
Radio memiliki basis pendengar dengan karakteristik yang lebih spesifik. Suara merdu dari sang penyiar mampu menarik telinga para pendengarnya untuk tetap setia.
Dilansir kompas.com (11/12/2017), Executive Director Media Nielsen Indonesia, Hellen Katherina, menyebutkan dalam survei terakhirnya tentang radio di Indonesia, didapati alasan utama mengapa orang masih mendengarkan radio.
Jumlah pendengar radio berdasarkan data survei Nielsen kuartal III 2017 adalah 62,3 juta orang yang tersebar di seluruh Indonesia.
Alasan paling tinggi pertama mendengarkan radio adalah supaya tidak kesepian.
Hellen menjelaskan, pendengar setia radio menilai radio sama seperti teman dekat.
Anak muda usia 35 tahun ke bawah mendengarkan radio tidak lagi dengan pesawat radio, tetapi melalui radio tuner di handphone.
Mendengarkan radio di HP dengan menggunakan headset menjadikan radio lebih personal lagi, seakan-akan kita mendengar teman baik kita lagi ngobrol sama kita.
Dari data Nielsen, rata-rata pendengar radio di Indonesia mendengarkan radio selama 2,5 jam per hari.
Pendengar radio saat ini didominasi oleh anak muda sebanyak 56 persen. Sebanyak 44 persen lainnya merupakan orang dewasa, dengan karakteristik rata-rata pendengar sebagai generasi yang memiliki minat pada musik, olahraga, kuliner, serta pecinta kopi.
Dari total jumlah pendengar radio di Indonesia, 41,9 juta terpusat di Pulau Jawa. Zona terbesar pendengar radio di dalam Pulau Jawa ada di DKI Jakarta dengan total 9 juta orang pendengar.
Survey Nielsen Radio Audience Measurement pada kuartal ketiga 2016 menemukan, 57 persen total pendengar radio berasal dari Generasi Z dan Millenials.
Sebanyak 4 dari 10 orang pendengar radio mendengarkan radio melalui perangkat yang lebih personal, yaitu mobile phone.
Angka penetrasi mingguan tersebut menunjukkan radio masih didengarkan oleh sekitar 20 juta orang konsumen di Indonesia.
Kekuatan radio berdasarkan survey Neilsen Indonesia adalah kemampuan untuk berinteraksi dengan pendengar dan kemampuan ini tidak dimiliki music player lainnya.
Sumber : www.romeltea.com
Senada dengan artikel di atas, tampaknya radio juga memliki tempat di hati anak-anak. Tampak antusias dan ekspresi keceriaan dari peserta didik selama mengikuti kegiatan. 





Kegiatan Penunjang Tema " Radio "

By : paud istiqomah sambas Purbalingga
Kamis, 25 April 2019
0
        PAUD Istiqomah Sambas kembali mengadakan kegiatan penunjang tema "Tentara" dengan mengundang para tukang becak datang ke sekolah. Peserta didik diperkenalkan dengan moda transportasi yang tergolong masih tradisional ini. Ulasan mengenai becak pun di presentasikan kepada peserta didik oleh salah satu tukang becak senior yang sudah puluhan tahun menggeluti profesi tersebut. Bagian per bagian becak diperkenalkan kepada peserta didik dan dijelaskan fungsinya masing-masing. Semua tampak antusian menyimak.


Walaupun becak sudah familiar di Indonesia dengan jumlahnya yang tidak sedikit dan ada di berbagai kota, ternyata becak  berasal dari Jepang. Kemunculan kendaraan beroda tiga yang ditarik dengan tenaga manusia itu pertama kalinya hanya kebetulan. Tahun 1869, seorang pria Amerika yang menjabat pembantu di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jepang berjalan-jalan menikmati pemandangan Kota Yokohama. Suatu saat dia berpikir bagaimana cara istrinya yang kakinya cacat bisa ikut berjalan-jalan?, tentu diperlukan sebuah kendaraan. Kendaraan itu pikirnya, tidak usah ditarik kuda karena hanya untuk satu penumpang saja. Kemudian ia mulai menggambar kereta kecil tanpa atap di atas secarik kertas. Orang-orang Jepang yang melihat kendaraan pribadi ditarik manusia itu menamakannya jinrikisha. Lama-lama, jinrikisha menarik perhatian masyarakat Jepang, khususnya para bangsawan.

Pada tahun 1800-an jinrikisha akhirnya sampai ke telinga masyarakat di China. Hingga dalam waktu singkat, jinrikisha dikenal sebagai kendaraan pribadi kaum bangsawan dan kendaraan umum. Kendaraan ini diberi nama rickshaw. Sementara pengendaranya disebut hiki. Tapi, lama-lama para pemerhati kemanusiaan di China iba melihat para hiki yang kerja bagaikan kuda itu. Mulai 1870 rickshaw dilarang beroperasi di seluruh jalan-jalan negeri China. Sedangkan jinnrikisha di Jepang sebelumnya sudah lama dilarang. Diilhami jinrikisha dan rickshaw, tiba-tiba saja sekitar tahun 1941 untuk pertama kalinya di kota-kota besar di Indonesia muncul becak. Berbeda dengan jinrikisha dan
rickshaw yang beroda dua dengan ban mati (ban tanpa angin), becak sudah lebih modern. Rodanya tiga dan menggunakan ban angin, mengemudikannya dikayuh dengan dua kaki. Becak pertama kali diperkenalkan di Kota Makasar.
               
             Singkat cerita  dari semua rangkaian kegiatan tersebut, maka seperti inilah suasana kegiatan. Semua ceria.









Kegiatan Penunjang Tema " Becak "

By : paud istiqomah sambas Purbalingga
Kamis, 11 April 2019
0

Tentara Nasional Indonesia (TNI) terdiri dari tiga angkatan bersejata, yaitu TNI Angkatan Darat (TNI AD), TNI Angkatan Laut (TNI AL), dan TNI Angkatan Udara (TNI AU).  TNI Angkatan Darat bertanggungjawab atas keamanan wilayah darat, TNI Angkatan Laut bertanggungjawab atas keamanan wilayah laut (perairan), sedangkan TNI Angkatan Udara bertanggungjawab atas keamanan wilayah udara. Masing-masing angkatan dimpimpin oleh seorang Kepala Staf Angkatan. Tapi, yang Iqbal akan ceritakan di sini adalah TNI Angkatan Darat (TNI AD).
TNI AD adalah salah satu cabang angkatan perang dan merupakan bagian dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertanggung jawab atas operasi pertahanan negara Republik Indonesia di darat. TNI Angkatan Darat dipimpin oleh seorang Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) yang menjadi pemimpin tertinggi di Markas Besar Angkatan Darat (MABESAD). Kekuatan TNI-AD saat ini terdiri dari 2 komando utama (kotama) tempur yaitu Kostrad dan Kopassus.
Kali ini  PAUD Istiqomah Sambas mengunjungi KODIM 0702/PURBALINGGA dalam rangka kegiatan penunjang tema “Tentara,Pasukan Yang Gagah Berani”. Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan dapat memupuk rasa nasionalisme sejak dini pada anak. Alhamdulillah kegiatan tersebut berjalan lancar,semua ceria.








Kegiatan Penunjang Tema " Tentara "

By : paud istiqomah sambas Purbalingga
Selasa, 26 Maret 2019
0
PURBALINGGA - Ahad (18/03/19) PAUD Istiqomah Sambas kembali mengadakan kegiatan Ahad Pagi, Parent Class dan Sosialisasi Khataman ( TK B )  bertempat di Aula MI Istiqomah Sambas. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 07.00-09.00 WIB tersebut alhamdulillah berjalan lancar. Meskipun hujan lebat, tak mengurangi antusiasme  wali murid untuk mengikuti kegaitan tersebut. 





" Orang tua hebat bukan mereka yang berprofesi dan memilik jabatan tinggi. Orang tua yang hebat adalah mereka yang mempunyai waktu untuk belajar bersama anak-anaknya "

Kajian Ahad Pagi dan Parenting Class

By : paud istiqomah sambas Purbalingga
Senin, 18 Maret 2019
0


PURBALINGGA-PAUD Istiqomah Sambas kembali menyelenggarakan kegiatan penunjang dengan tema "Lele" yang dilaksakan di Unit Pengolahan Ikan POKLAHSAR PRIMA MELATI Desa Patemon Kecamatan Bojongsari,Purbalingga. Kegiatan yang diselenggarakan pada Hari Kamis (28/02/2019) tersebut bertujuan untuk mengenalkan secara langsung ikan lele yang memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai olahan makanan yang kaya gizi. Di seluruh dunia ikan lele didapatkan dengan cara ditangkap maupun dibudidayakan. Penilaian terhadap rasa dari daging ikan ini bervariasi, ada yang menganggapnya memiliki rasa yang luar biasa, ada yang menganggapnya tidak memiliki rasa yang kuat.Ikan lele dimasak dengan berbagai cara. Di Eropa ikan ini dimasak dengan cara yang sama dengan ikan mas namun di Amerika Serikat ikan ini dibalut dengan tepung dan digoreng.


 Ikan lele (Clarias) adalah  ikan yang hidup di air tawar. Lele dikenal sebagai ikan yang memiliki tubuh yang licin, sedikit pipih memanjang dan mempunyai kumis panjang yang terdapat di sekitar area mulutnya.
Habitatnya di sungai dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, kolam ikan, sawah yang tergenang air. Ikan lele bersifat noctural, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Di alam ikan lele memijah pada musim penghujan.
Di Indonesia ikan lele mempunyai banyak nama daerah. Antara lain: ikan kalang (Sumatera Barat), ikan maut (Gayo), ikan seungko (Aceh), ikan pintet (Kalimantan Selatan), ikan keling (Makassar), ikan cepi (Sulawesi Selatan), ikan lele atau lindi (Jawa Tengah).
Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish, siluroid, mudfish dan walking catfish. Nama ilmiahnya, Clarias, berasal dari bahasa Yunani chlaros, yang berarti ‘lincah’, ‘kuat’, merujuk pada kemampuannya untuk tetap hidup dan bergerak di luar air.


Ikan lele mengandung VItamin D yang cukup tinggi.Ikan lele hasil budi daya mengandung asam lemak omega-3 yang rendah namun memiliki asam lemak omega-6 yang tinggi. Ikan lele yang banyak dipasarkan di Amerika Serikat merupakan ikan dari famili Ictaluridae. Sedangkan di Indonesia, ikan lele yang dikonsumsi paling banyak berasal dari famili Clariidae pada ordo yang sama.Lele adalah ikan budidaya air tawar yang sangat populer. Produksi budidaya meningkat tajam tiap tahun, selama lima tahun terakhir, antara lain karena luasnya pasar bagi lele. Lele disukai konsumen karena berdaging lunak, sedikit tulang, tidak berduri, dan murah. Dari sisi budidaya, lele relatif tidak memerlukan banyak perawatan dan memiliki masa tunggu panen yang singkat.


Pengolahan yang paling populer adalah dengan digoreng, dan disajikan sebagai pecel lele. Bentuk pengolahan lain adalah dengan diberi bumbu mangut (mangut lele). Namun berbeda dengan pengolahan lele pada umumnya, di Unit Pengolahan Ikan POKLAHSAR PRIMA MELATI lele diolah sedemikan rupa hingga menghasilkan produk seperti abon lele,nugget lele dan kripik lele dan lain-lain tentunya. Usut punya usut ternyata lele bisa dimanfaatkan dari bagian kulit hingga tulangnya. Jika penasaran ingin tahu bagaimana proses produksi dari menguliti hingga tulang belulangnya pun diolah, silahkan datang saja ke lokasi. Lihat langsung proses produksinya dan jangan lupa beli produknya ya...hehehe



Kegiatan Penunjang Tema "Lele"

By : paud istiqomah sambas Purbalingga
Kamis, 28 Februari 2019
0
PURBALINGGA-Paud Istiqomah Sambas mengadakan kegiatan penunjang bertemakan "Tomat". Kegiatan yang yang dilaksanakan di Pasar Segamas Purbalingga pada Kamis, 14/02/2019  mendapat respon positif dari pedagang maupun pengunjung pasar. Siswa begitu antusias selama kegiatan berlangsung, pun demikian dengan para pedagang pasar khususnya pedagang sayur dengan canda tawa khas ngapaknya melayani siswa yang membeli sayuran. Tak jarang, pengunjung pasar pun ikut "nggleweih" siswa yang sedang melihat-lihat dan memilih sayur khususnya sayur tomat. Adanya kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengetahuan mengenai bauh tomat dengan mengenalkannya secara langsung melalui kunjungan ke pasar sekaligus mengenalkan siswa proses jual beli. Berikut hasil jepretan foto dari admin yang hasilnya ternyata sangat biasa :D









Kegiatan Penunjang Tema "Tomat"

By : paud istiqomah sambas Purbalingga
Kamis, 14 Februari 2019
0
Bersama  PAUD Istiqomah Sambas bangun generasi cerdas, kreatif, terampil, berakhlakul karimah dan cinta Al-Qur'an. 
Mari daftarkan putra putri anda segera !



Pendaftaran Peserta Didik Baru

By : paud istiqomah sambas Purbalingga
Jumat, 04 Januari 2019
0








Rapat IGTKI

By : paud istiqomah sambas Purbalingga
Jumat, 07 Desember 2018
0

- Copyright © Paud Istiqomah Sambas - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -